Bung Karno dan Isu Keislaman
Dalam historiografi populer, posisi Soekarno dengan Islam ditempatkan renggang dan terkadang bersinggungan. Padahal, kenyataannya, Soekarno, sebagai sosok nasionalis sekuler, begitu dekat dengan Islam
Dalam historiografi populer, posisi Soekarno dengan Islam ditempatkan renggang dan terkadang bersinggungan. Padahal, kenyataannya, Soekarno, sebagai sosok nasionalis sekuler, begitu dekat dengan Islam
Di kota, batasan antara mereka yang masih hidup dan mereka yang sudah meninggal bisa dikatakan tidak ada. Mereka yang hidup dapat beraktivitas di tempat yang telah meninggal. Kuburan menjadi tak ada harganya
Seneca, filsuf era Romawi, telah memberikan resep bagi kita untuk mengendalikan rasa amarah. Meski pendekatannya perlu dilihat secara kritis, How to Keep Your Cool dapat membantu kita melalui masa sulit ini.
Orientalisme, konsep yang dikupas secara mendalam oleh Edward Said, tidak hanya tampak dalam bidang politik dan pengetahuan. Ia juga dapat dilihat melalui penciptaan karya musik dan teater
Tuhan di mata para penyair dapat berwujud sesuatu (gelar) yang diciptakan secara bebas dan kreatif. Gelar atau julukan Tuhan yang diciptakan oleh para penyair dalam beberapa aspek keluar dari kaidah-kaidah agama yang dianutnya.
Bagi kita, fenomena suara gaib atau tidak terjelaskan dipahami sebagai satu hal tak rasional. Namun, dalam budaya masyarakat Jawa, ia menampilkan bagaimana rasionalitas menjadi ambigu
Meski segala informasi telah tersedia Google, sejarah masih tetap diperlukan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Berkat sejarah, kemampuan kritis dalam menilai sumber dapat menghindari seseorang dari perangkap bias internet.
Di satu sisi, keberadaan Video Assistant Referee memberikan keadilan yang lebih baik dalam pertandingan sepak bola. Di sisi lain, keberadaannya dapat mengikis peran sentral wasit sebagai penghakim di lapangan
Politik, sosial, dan agama semakin teralienasi dari kebudayaan. Perpolitikan semakin “kering” dari nalar kebudayaan. Tata sosial diserbu kebudayaan asing. Kehidupan beragama semakin memusuhi kebudayaan, karena dianggai bid’ah.
Meski diterjemahkan secara tidak pas oleh Yayasan Obor Indonesia, buku “Engineers of Happy Land” merupakan salah satu buku yang berhasil melihat interaksi kebudayaan Barat dan Timur di Hindia Belanda, yang diwujudkan dalam bentuk penetrasi teknologi