Masa Depan Lebih Penting dari Masa Lalu?
Pada 1816, Thomas Jefferson pernah menulis bahwa ia lebih menyukai mimpi masa depan dibandingkan sejarah masa silam. Apakah ini berarti masa depan lebih penting dibandingkan masa lalu?
Melalui konsep “Nurtured by Love,” Shinichi Suzuki menunjukkan kepada kita arti penting lingkungan penuh cinta bagi pendidikan anak, dan jalan untuk mewujudkan itu adalah melalui musik
Bagi kita, fenomena suara gaib atau tidak terjelaskan dipahami sebagai satu hal tak rasional. Namun, dalam budaya masyarakat Jawa, ia menampilkan bagaimana rasionalitas menjadi ambigu
Bagi kita masyarakat awam, akuntansi tampak sebagai ilmu pembukuan yang penuh hitung-hitungan. Namun, jika Anda mengenalnya lebih dalam, pandangan tersebut tidaklah benar
Buku Konsolidasi Demokrasi dan Kepemimpinan menunjukkan bahwa genderang Reformasi yang berlangsung di Indonesia tidak menjamin kebebasan akan langsung terwujud di Indonesia
Dalam filsafat Plato, kosmologi musik menekankan harmoni yang menyatukan keberagaman kosmos melalui rasio matematis, melalui interval harmonik dan aritmetis
Dalam Collapse, Jared Diamond telah berucap bahwa peradaban paling tangguh sekalipun akan mengalami keruntuhan jika mereka gagal mengambil langkah untuk menghadapi perubahan kondisi geografis
Sejak akhir abad ke-18, Jean-Jacques Rousseau telah berbicara tentang kehendak umum, landasan yang perlu digunakan negara untuk mewujudkan kebaikan bersama seluruh rakyat. Mengapa Indonesia masih sulit, dan bahkan mengikari gagasan filsuf Prancis ini?
Seneca, filsuf era Romawi, telah memberikan resep bagi kita untuk mengendalikan rasa amarah. Meski pendekatannya perlu dilihat secara kritis, How to Keep Your Cool dapat membantu kita melalui masa sulit ini.
Bagi Karl Marx, kaum proletar menjadikan agama sebagai pelarian dari ketidakberdayaan, membayangkan kebahagiaan serta berkah ilahi sebagai penolong. Ini membuat agama tampil sebagai candu, menawarkan hiburan yang menenangkan, menggeser fokus manusia dari realitas material menjadi kondisi masa depan yang nonmateri
Hidup dalam dunia yang memaksa kita untuk memastikan mana yang benar dan salah, statistik tampak menyajikan kebenaran secara terang melalui angka dan grafik. Apakah itu berarti ia tidak dapat berakhir menipu kita?