Musik dan Siklus Peradaban: Telaah Filsafat Sejarah Oswald Spengler
Konsep morfologi yang dikembangkan Oswald Spengler dalam melihat sejarah dunia, masih berguna bagi kita saat ini. Utamanya, bagi Anda yang kini sedang mendalami studi tentang musik
Rubrik yang memuat tulisan sejarah naratif, yang mengisahkan tokoh, peristiwa, maupun fenomena kesejarahan tertentu yang disajikan dengan resep rahasia khas Historical Meaning
Konsep morfologi yang dikembangkan Oswald Spengler dalam melihat sejarah dunia, masih berguna bagi kita saat ini. Utamanya, bagi Anda yang kini sedang mendalami studi tentang musik
Difusionisme membantu kita memahami bagaimana unsur-unsur kebudayaan berkembang melalui penyebaran dari satu wilayah ke wilayah lain. Namun, bukan berarti penerima budaya merespons dengan pasif, menerima begitu saja apa yang datang kepada mereka
Budaya minum kopi (ngopi) kini telah tumbuh menjadi budaya manusia modern, ditandai dengan menjamurnya kedai kopi dan kafe. Di baliknya, terdapat kisah perjalanan minuman ini, melintasi ruang dan waktu
Melalui konsep “Nurtured by Love,” Shinichi Suzuki menunjukkan kepada kita arti penting lingkungan penuh cinta bagi pendidikan anak, dan jalan untuk mewujudkan itu adalah melalui musik
Bagi kita, fenomena suara gaib atau tidak terjelaskan dipahami sebagai satu hal tak rasional. Namun, dalam budaya masyarakat Jawa, ia menampilkan bagaimana rasionalitas menjadi ambigu
Bagi kita masyarakat awam, akuntansi tampak sebagai ilmu pembukuan yang penuh hitung-hitungan. Namun, jika Anda mengenalnya lebih dalam, pandangan tersebut tidaklah benar
Dalam filsafat Plato, kosmologi musik menekankan harmoni yang menyatukan keberagaman kosmos melalui rasio matematis, melalui interval harmonik dan aritmetis
Sejak akhir abad ke-18, Jean-Jacques Rousseau telah berbicara tentang kehendak umum, landasan yang perlu digunakan negara untuk mewujudkan kebaikan bersama seluruh rakyat. Mengapa Indonesia masih sulit, dan bahkan mengikari gagasan filsuf Prancis ini?
Kita sering dihadapkan, bahwa teori lebih baik dari praktik, dan praktik lebih penting dari sekadar teori. Dapatkah kita menjembatani keduanya?
Kisah bioskop tidak selalu berarti riwayat gedung untuk menonton film layar lebar dari masa ke masa. Seperti yang eksis d Surabaya, ia juga mengisahkan para calo tiket, anak-anak menonton film dewasa, hingga pasangan yang berpacaran