Menyelami Kisah Tersembunyi Dataran Tinggi Dieng
Dataran Tinggi Dieng, sebuah kayangan, menggambarkan kisah sejarah yang mengesankan. Ia tampil tidak hanya dalam bentuk kompleks percandian masa Hindu-Buddha, tetapi juga kisah setelah itu.
Rubrik yang memuat tulisan sejarah naratif, yang mengisahkan tokoh, peristiwa, maupun fenomena kesejarahan tertentu yang disajikan dengan resep rahasia khas Historical Meaning
Dataran Tinggi Dieng, sebuah kayangan, menggambarkan kisah sejarah yang mengesankan. Ia tampil tidak hanya dalam bentuk kompleks percandian masa Hindu-Buddha, tetapi juga kisah setelah itu.
Berawal dari budaya “ontgroening” pada periode Belanda, kekerasan dalam masa orientasi/inisiasi diwariskan hingga Indonesia merdeka. Meski telah ada upaya untuk mengikisnya, ia masih tetap eksis hingga kini.
Pendidikan seni di Indonesia, jika bisa dibayangkan, seolah kehilangan konteks. Ia menjadi penting ketika perlombaan sudah dekat. Ketika itu sudah berlalu, ia kembali berada di pojok sepi
Makam Kembang Kuning tidak hanya tempat bagi jiwa yang tertidur dalam keabadian. Ia juga tumbuh sebagai rumah bercinta, ladang prostitusi kelas bawah
Meski masih menjadi perdebatan, budaya bermusik eksis dalam kebudayaan masyarakat Islam. Jejak-jejaknya dapat kita lihat dalam melantunkan Al-Qur’an, mengumandangkan azan, hingga tradisi Sufi
Pada 1958, Manchester United sedang berjaya. Namun, semua berubah ketika pesawat yang ditumpangi anggota tim kecelakaan di Munich, Jerman Barat. Meski begitu, dukungan dari rival dan kawan membuat mereka mampu bangkit.
Sebagai upaya untuk melawan personifikasi Soeharto dengan Pancasila, sejumlah tokoh menandatangani Petisi 50. Petisi itu membuat Soeharto murka, dan mencekal mereka yang terlibat di dalamnya.
Tidak jauh berbeda dengan tentara di era modern, para prajurit Romawi kuno juga mengenal masalah mental. Yang membedakannya, hanya cara mereka menghadapinya.
Dedikasi, hanya itu kata yang bisa diucapkan ketika melihat kisah perjalanan Oei Hiem Hwie menjaga memori bangsa Indonesia melalui koleksi buku, majalah, serta kliping surat kabar. Kepergiannya perlu kita kenang dan hayati dengan dalam.
Kongkalikong, dalam bentuk sogok-menyogok, politik gentong babi, hingga “cawe-cawe,” telah menjadi tradisi dalam pemilihan kaisar di Kekaisaran Romawi Suci; satu tradisi yang eksis hingga kini.