Demokrasi di Indonesia: Ganti Pemimpin, Rasa Tetap Orde Baru
Buku Konsolidasi Demokrasi dan Kepemimpinan menunjukkan bahwa genderang Reformasi yang berlangsung di Indonesia tidak menjamin kebebasan akan langsung terwujud di Indonesia
Rubrik resensi buku maupun kumpulan kutipan yang disaijkan dengan pendekatan khas Historical Meaning. Dalami bagaimana buku dan kumpulan kutipan membentuk narasi mengenai suatu topik tertentu
Buku Konsolidasi Demokrasi dan Kepemimpinan menunjukkan bahwa genderang Reformasi yang berlangsung di Indonesia tidak menjamin kebebasan akan langsung terwujud di Indonesia
Dalam Collapse, Jared Diamond telah berucap bahwa peradaban paling tangguh sekalipun akan mengalami keruntuhan jika mereka gagal mengambil langkah untuk menghadapi perubahan kondisi geografis
Seneca, filsuf era Romawi, telah memberikan resep bagi kita untuk mengendalikan rasa amarah. Meski pendekatannya perlu dilihat secara kritis, How to Keep Your Cool dapat membantu kita melalui masa sulit ini.
Hidup dalam dunia yang memaksa kita untuk memastikan mana yang benar dan salah, statistik tampak menyajikan kebenaran secara terang melalui angka dan grafik. Apakah itu berarti ia tidak dapat berakhir menipu kita?
Sebagai sebuah gagasan, gerakan sosial cenderung dilihat antara kerumunan massa yang irasional dan aksi yang diperhitungkan secara matang dan terorganisasi. Buku ini akan membantu Anda menjembatani kedua jurang itu.
Pada mulanya, Aliansi Demokrasi Rakyat (ALDERA) lahir sebagai salah satu kekuatan mahasiswa dalam menuntut perubahan dalam perpolitikan Orde Baru. Namun, penetrasi kekuatan lain membuatnya mati pelan-pelan, dan gagal lahir sebagai sebuah partai sendiri.
Perjalanan perkeretaapian di Aceh dimulai ketika Belanda mulai berperang dengan rakyat Serambi Mekah. Setelah itu, ia mengalami pasang surut, dan berakhir menghilang
Indonesia menyajikan sejarah yang kaya. Salah satunya adalah kisah tentang riwayat gastronomi Indonesia, yang direkam dengan indah melalui buku Jejak Rasa Nusantara
Hikayat Prang Sabi menjadi senjata rakyat Aceh untuk melawan Belanda. Senjata tersebut membat mereka bisa berperang begitu lama melawan para penjajah
Berawal dari penggeledahan rumah-rumah orang Tionghoa, kisah bergerak menjadi pembantaian etnis. Ia berubah dengan cepat menjadi perlawanan etnis Tionghoa dan etnis Jawa melawan kedigdayaan VOC