Pemberitaan Media Indonesia terhadap Konflik Israel-Palestina, Apakah Salah jika Berat Sebelah?
Konflik Israel-Palestina selalu diberitakan berat sebelah oleh media di Indonesia. Apakah hal tersebut salah untuk dilakukan?
Konflik Israel-Palestina selalu diberitakan berat sebelah oleh media di Indonesia. Apakah hal tersebut salah untuk dilakukan?
Bagi sejarawan sekaliber Kuntowijoyo, sejarah versi malaikat lebih berharga ketimbang sejarah versi manusia. Meski mungkin lemah secara metode penelitian kesejarahan, sejarah versi malaikat menyajikan kisah masyarkat kebanyakan yang berjuang secara ikhlas dalam perjalanan sejarah.
Melalui pertobatan ekologis, umat manusia diajak untuk kembali menyayangi alam semesta, yang selama ini telah dicerai-berai oleh kerakusan dan ketamakan
Filsafat Rene Descartes sangat sederhana, yakni “aku berpikir, maka aku ada”. Dengan berpikir, kita dapat mencapai sebuah kebenaran, menegaskan eksistensi kita sebagai manusia
Sepuluh tahun berkuasa memimpin Indonesia, Presiden Joko Widodo banyak meniru perilaku para raja Jawa. Mulai dari membuat kekuasaan terpusat dan terwariskan ke keturunannya, hingga menampilkan simbol-simbol kuasa, semua dilakukannya
Pemilu 2024, yang menjadi pemilu pertama Gen Z, memantik virus FOMO politik dalam diri mereka. Ini membuat mereka sulit berpikir jernih dalam melihat kandidat yang tepat untuk dipilih memimpin mereka lima tahun ke depan
Pernyataan Soekarno, yang kini menjadi kutipan populer, bahwa manusia diharapkan untuk menggantungkan cita-cita dan mimpi setinggi langit, dianggap tak relevan lagi. Apa benar?
Era kuantum membutuhkan sistem logika baru. Kita tidak dapat lagi mengandalkan logika lama, yang bertumpu pada logika Aristotelian, untuk menyongsong era baru ini
Pada mulanya, Aliansi Demokrasi Rakyat (ALDERA) lahir sebagai salah satu kekuatan mahasiswa dalam menuntut perubahan dalam perpolitikan Orde Baru. Namun, penetrasi kekuatan lain membuatnya mati pelan-pelan, dan gagal lahir sebagai sebuah partai sendiri.
Pada mulanya, urusan seksualitas adalah pembicaraan publik di Jawa. Lambat laun, masyarakat Jawa mengubah pandangan tersebut menjadi privat, dibatasi ruang-ruang pribadi yang khusus