Apakah Buku Masih Relevan di Era Internet?

Buku, bagi kebanyakan orang, merupakan sesuatu yang tidak berguna. Mereka menilai bahwa buku adalah benda yang sudah ketinggalan zaman. Bagi mereka, pengetahuan dan informasi yang mereka butuhkan dalam menjalani hidup sudah dapat diperoleh dengan mudah dan instan hanya melalui internet. Kondisi ini membuat buku seolah-olah tidak relevan lagi.

Berbeda dengan masyarakat kebanyakan, saya berpandangan bahwa buku adalah sebuah kebutuhan. Mengapa demikian? Menurut saya, keberadaan internet, yang memudahkan orang untuk mengakses informasi secara cepat, tidak serta merta menyisihkan keberadaan buku. Ia masih tetap dibutuhkan sebagai sumber informasi utama mengenai dunia.

Apa yang membuat buku tetap dibutuhkan, jika informasi dapat kita temukan secara cepat didapatkan lewat internet? Menurut saya, buku memiliki banyak keunggulan dibandingkan internet. Beberapa keunggulan buku dibandingkan internet, antara lain: 1) melatih kemampuan berpikir kritis; 2) merangsang kemampuan analisis; dan 3) informasi yang termuat dalam buku dapat dipertanggungjawabkan.

Poin 1) dan 2), yakni kemampuan berpikir kritis dan analisis, sangat bermanfaat di era internet seperti sekarang ini. Kemampuan-kemampuan ini dapat membantu manusia untuk melakukan cross-check terhadap sebuah informasi yang beredar di internet. Diharapkan, seseorang dapat membedakan informasi yang benar dan kabar bohong atau hoaks, serta melakukan penelusuran asal-muasal informasi tersebut dari awal hingga beredar secara bebas di internet.

Mengenai poin 3), yakni buku memiliki informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, hal tersebut sangat jelas terlihat. Seorang pembaca, terutama pembaca yang teliti, dapat menelusir keabsahan sebuah informasi dengan melakukan penelusuran. Melalui penelusuran daftar pustaka, latar belakang penulis, maupun informasi lainnya yang tertulis dalam buku tersebut, bias serta perspektif penulis dalam buku yang ia tulis dapat ditemukan dan diamati. Dibandingkan dengan internet, yang memungkinkan informasi beredar secara anonim, buku jauh lebih akurat.

Baca Juga  Ketika Pemerintah Indonesia Terlalu Obsesi Terhadap Beras

Selain ketiga poin di atas, buku juga memiliki nilai yang menegaskan relevansinya dalam pemberdayaan kultur literasi di masyarakat. Buku dapat menjadi jawaban untuk menghadapi era pasca-kebenaran (post-truth) yang digemakan internet dewasa ini. Era pasca-kebenaran, yang membuat manusia kesulitan untuk membedakan antara fakta dan fiksi dalam konten-konten audio visual, hanya dapat diatasi jika manusia memberdayakan kultur membaca dalam dirinya. Untuk menumbuhkan kultur tersebut, buku menjadi salah satu sumber literasi penting. Dapat dikatakan, buku masih relevan di era internet dewasa ini. Ia menjadi salah satu kunci untuk menghadapi lautan informasi yang beredar melalui internet. Melalui buku, seseorang dapat melatih kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan melakukan analisis. Selain itu, buku menjadi salah satu senjata utama untuk menghadapi era paska-kebenaran yang mewabah dalam masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia.

*Tulisan ini direncanakan akan dikirimkan ke Kolonian (kolonian.is). Karena redaksi mereka tak mengirimkan kabar sejak awal Desember, diputuskan untuk menerbitkan tulisan ini di Historical Meaning.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *