Epistemologi Internasionalisasi Islam Indonesia
Meski sudah banyak prestasi, upaya internasionalisasi Islam Indonesia merupakan tugas yang sangat berat karena ada faktor epistemologis yang non-empiris.
Meski sudah banyak prestasi, upaya internasionalisasi Islam Indonesia merupakan tugas yang sangat berat karena ada faktor epistemologis yang non-empiris.
Lewat pelajaran sejarah dapat kita tanamkan, pendidikan humaniora yang lebih banyak. Bukan berarti pendidikan humaniora yang terpenting, tetapi ilmu dan humaniora harus diletakkan seimbang.
Kecerdasan buatan kini telah menyusup ke ruang kelas di Indonesia. Guru dan siswa dihadapkan dengan kemampuan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Bagaimana kiat untuk selamat dari “guna-guna” ini?
Kisah Atlantis, baik sebagai fakta maupun mitos, menyimpan segudang pengetahuan yang menarik. Bagaimana fakta dan sejarah peradaban maju yang menghilang karena banjir dan azab dewa ini?
Pendirian apa yang kemudian dikenal sebagai Dinasti Umayyah tidak berlangsung mulus. Konflik tersebut, pada akhirnya dimenangkan oleh kelompok pro, menghasilkan sebuah kekhalifahan di Jazirah Arab
Pendidikan seharusnya mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, dan memperhalus rasa, seperti yang diungkapkan Tan Malaka. Sudahkah itu terwujud?
Pada mulanya, kebaya hanyalah sebuah pakaian biasa yang dikenakan perempuan Indonesia, terutama perempuan Jawa dan Bali. Namun kini, ia telah menjadi sebuah “fashion statement” identitas bangsa Indonesia
Meski diterjemahkan secara tidak pas oleh Yayasan Obor Indonesia, buku “Engineers of Happy Land” merupakan salah satu buku yang berhasil melihat interaksi kebudayaan Barat dan Timur di Hindia Belanda, yang diwujudkan dalam bentuk penetrasi teknologi
Tuhan di mata para penyair dapat berwujud sesuatu (gelar) yang diciptakan secara bebas dan kreatif. Gelar atau julukan Tuhan yang diciptakan oleh para penyair dalam beberapa aspek keluar dari kaidah-kaidah agama yang dianutnya.
Selama memimpin Mesir, Anwar Sadat cenderung dekat dengan Amerika Serikat dan blok Barat. Ini membuatnya melakukan tiga langkah kontroversial selama memimpin negara tersebut. Apa saja itu?