Agama dan Konflik Sosial
Agama menyimpan kekuatan radikal. Kalau tidak, agama tak akan mampu menciptakan perubahan sejarah, bahkan akan mati ditelan sejarah.
Agama menyimpan kekuatan radikal. Kalau tidak, agama tak akan mampu menciptakan perubahan sejarah, bahkan akan mati ditelan sejarah.
Berdasarkan cara berpikir historis, dapat dengan mudah disimpulkan: salah satu sebab dari disorientasi nilai yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini berhubungan erat dengan disorientasi historiografis Indonesia yang membentuk memori kolektif sebagai narasi sejarah bangsa.
Ketika Copernius selamat dari hukuman Gereja, Galileo justru berakhir menjadi tahanan rumah, dan karyanya mengenai teori heliosentris dicekal oleh Gereja. Sebuah kondisi yang sangat kontras
Sejarah bukan dongeng, namun proses fakta yang harus didukung oleh adanya sifat ilmiah, akali-rasional. Jadi penulisan sejarah harus mampu menggambarkan kejadian yang berproses itu secara kausatif, yakni hubungan sebab akibat dari apa yang menjadi sebab dengan apa yang terjadi sebagai akibat dari penyebab itu.
Pascakebenaran tidak hanya terjadi di ruang publik biasa. Di ranah akademik, tren para akademikus untuk bertindak dalam pengaruh pascakebenaran semakin lama semakin menguat
Dalam filsafat Plato, kosmologi musik menekankan harmoni yang menyatukan keberagaman kosmos melalui rasio matematis, melalui interval harmonik dan aritmetis
Repatriasi menjadi salah satu pembahasan penting mengenai sejarah Indonesia pada tahun 2023. Bisa dikatakan, 2023 menjadi “tahun repatriasi” terhadap benda-benda bersejarah Indonesia oleh Belanda, mantan penjajah kita.
Pada 1816, Thomas Jefferson pernah menulis bahwa ia lebih menyukai mimpi masa depan dibandingkan sejarah masa silam. Apakah ini berarti masa depan lebih penting dibandingkan masa lalu?
Pemerintah melalui Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Standar Kurikulum, Asesmen, dan Pembelajaran, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, mengakomodir aspirasi guru sejarah untuk memperkuat posisi mata pelajaran Sejarah dalam Kurikulum Nasional yang masih terus digodok.
Secara teknis, musik Palestina terlahir dalam dua jalur. Jalur pertama adalah musik tradisional, yang kemudian melahirkan musik bermuatan politik sebagai simbol perlawanan atas penjajahan Israel