Musik, Pembuka Kenangan Masa Lalu dalam Penulisan Historiografi
Musik dapat membantu penulisan historiografi dalam dua cara. Pertama, dengan membangkitkan suasana kesejarahan tertentu, dan kedua, membangkitkan memori masa silam seseorang
Musik dapat membantu penulisan historiografi dalam dua cara. Pertama, dengan membangkitkan suasana kesejarahan tertentu, dan kedua, membangkitkan memori masa silam seseorang
Media sosial menuntut penjaja konten sejarah untuk cepat. Kondisi ini sering membuat mereka mengabaikan aspek empati ketika menyajikan konten. Kondisi ini membuat mereka terlihat hanya mengejar “klik” semata.
Memasuki bulan Ramadan, seluruh Muslim di dunia percaya bahwa setan akan dibelenggu pada bulan yang suci tersebut. Apakah ini berarti kemaksiatan akan sirna di muka bumi? Atau, ada pandangan lain?
Seandainya Sartono Kartodirdjo, sejarawan besar yang pernah dimiliki Indonesia, hidup hingga hari ini, saya ingin ia menjewer telinga para sejarawan yang masih berdiri di menara gading
Pada 1816, Thomas Jefferson pernah menulis bahwa ia lebih menyukai mimpi masa depan dibandingkan sejarah masa silam. Apakah ini berarti masa depan lebih penting dibandingkan masa lalu?
Meski jarang dibicarakan, komunisme memiliki sebuah geliat besar di Banten. Geliat tersebut adalah sebuah pemberontakan yang mencoba untuk menggulingkan kekuasaan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Bagaimana kisahnya?
Sebagai seorang sejarawan yang dibayang-bayangi kuasa Orde Baru, Nugroho Notosusanto memiliki andil dalam membentuk historiografi Indonesia. Hingga kini, pengaruhnya dalam penulisan dan pengajaran sejarah di Indonesia masih terasa.
Sejak “Annales”, sejarah aktif menggunakan ilmu sosial dalam penelitian mereka. Mengapa ilmu sosial dewasa ini enggan melirik sejarah dalam penelitian mereka?
Dalam historiografi Indonesia, pembangunan Jalan Raya Pos (Groote Postweg) digambarkan sebagai praktek korupsi besar-besaran Daendels yang kejam menggunakan tenaga kerja rodi. Apa benar demikian?
Sepuluh tahun berkuasa memimpin Indonesia, Presiden Joko Widodo banyak meniru perilaku para raja Jawa. Mulai dari membuat kekuasaan terpusat dan terwariskan ke keturunannya, hingga menampilkan simbol-simbol kuasa, semua dilakukannya