Skip to content
Selasa, 14 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Historical Meaning

Historis dan Kritis

Tombol Kejutan
  • Narasi HM
  • Opini HM
  • Historical Mention
  • Ulasan HM
  • Arsip HM
  • Berita HM
  • Kirim Tulisan
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Historical Meaning

Historis dan Kritis

Tombol Kejutan
  • Narasi HM
  • Opini HM
  • Historical Mention
  • Ulasan HM
  • Arsip HM
  • Berita HM
  • Kirim Tulisan
Terbaru
  • Bung Karno dan Isu Keislaman

    24 Juni 202419 Mei 2024
  • Apakah Manusia Mampu Membuat Sejarahnya Sendiri?

    19 Oktober 202429 September 2024
  • Indonesia, Ndoroisme, dan Kemerdekaan yang Belum Tuntas

    17 Agustus 202417 Agustus 2024
  • Noda Hitam Pendidikan

    Noda Hitam di Kertas Putih Dunia Pendidikan Indonesia: Satu Refleksi

    18 Oktober 202510 Oktober 2025
  • Menempatkan Islam dalam Historiografi Nasional Indonesia

    28 Februari 202412 Januari 2024
  • Batavia

    Wajah Jakarta yang Lain: Melihat Sejarah Kehidupan Sehari-hari yang Tercerabut

    17 Maret 202518 Maret 2025
  • Buku Collapse

    Siapkah Kita Menghadapi Keruntuhan karena Perubahan Lingkungan?

    28 Maret 202628 Maret 2026
  • Gen Z Indonesia Memilih Pemimpin Nihil Gagasan? Tanggapan atas Opini Indra Nanda Awalludin

    9 April 20247 April 2024
  • Problematika Pengajaran Sejarah di Amerika Serikat dan Indonesia

    4 Mei 202327 Desember 2023
  • Ketika Guru-Guru Indonesia Berhenti Belajar

    25 November 202325 Desember 2023
  • Arsip HM

“Rethinking” Jabatan Wakil Kepala Daerah

Historical Meaning21 Agustus 202325 Desember 202304 mins

Kepala daerah merasa tidak membutuhkan pendampingan, begitu pula sebaliknya kepala daerah merasa bahwa eksistensi wakil belum sepenuhnya optimal. Menghadapi hal ini, wakil kepala daerah berada pada dua kemungkinan: diam dan terus menerima fasilitas yang menjadi hak mereka atau merasa malu dan mengundurkan diri dari posisi ini.

Baca Lebih Lanjut
Tan Malaka
  • Historical Mention

Tan Malaka dan Idealisme Pemuda

Rafif Abbas Pradana27 Januari 202525 Desember 202403 mins

Idealisme merupakan kemewahan terakhir para pemuda, ungkap sosok yang dianggap sebagai sang pemilik kutipan, Tan Malaka. Idealisme menjadi mesin utama pemuda untuk membangun diri dan bangsanya

Baca Lebih Lanjut
  • Opini HM

Belajar Layaknya Sejarawan: Menjawab Dilema Mengajarkan Sejarah pada Era Teknologi

Rose Mariadewi24 Maret 202327 Desember 202304 mins

Untuk menumbuhkan berpikir menyejarah (historical thinking) dalam pengajaran sejarah, sejarawan wajib dikemas layaknya mendidik seorang sejarawan. Diharapkan, sejarah dapat dilihat sebagai sebuah proses dalam konteks ruang dan waktu.

Baca Lebih Lanjut
  • Arsip HM

Aus Kebudayaan

Historical Meaning26 Maret 202327 Desember 202306 mins

Politik, sosial, dan agama semakin teralienasi dari kebudayaan. Perpolitikan semakin “kering” dari nalar kebudayaan. Tata sosial diserbu kebudayaan asing. Kehidupan beragama semakin memusuhi kebudayaan, karena dianggai bid’ah.

Baca Lebih Lanjut
  • Opini HM

Kaleidoskop Sejarah Indonesia 2023: Tahun Repatriasi Benda Bersejarah

Putu Prima Cahyadi30 Desember 202330 Desember 202303 mins

Repatriasi menjadi salah satu pembahasan penting mengenai sejarah Indonesia pada tahun 2023. Bisa dikatakan, 2023 menjadi “tahun repatriasi” terhadap benda-benda bersejarah Indonesia oleh Belanda, mantan penjajah kita.

Baca Lebih Lanjut
  • Arsip HM

Wajah Tuhan Dimata Penyair

Historical Meaning27 November 202315 April 2024111 mins

Tuhan di mata para penyair dapat berwujud sesuatu (gelar) yang diciptakan secara bebas dan kreatif. Gelar atau julukan Tuhan yang diciptakan oleh para penyair dalam beberapa aspek keluar dari kaidah-kaidah agama yang dianutnya.

Baca Lebih Lanjut
Masjid Tiban
  • Narasi HM

Kisah Masjid Tiban: Ditinggalkan setelah Diserbu Jepang, Ditemukan Transmigran

Wahyudi Susanto31 Januari 202630 Januari 202605 mins

Sebelum menggeliat dengan aktivitas keislaman, Masjid Tiban hanya sebuah masjid tua yang telah ditinggalkan. Serbuan Jepang membuat ia ditinggalkan, dan beberapa tahun kemudian, ditemukan kembali oleh kelompok transmigran dari Karanganyar

Baca Lebih Lanjut
Bendera Comecon
  • Narasi HM

Comecon, Instrumen Uni Soviet untuk Mengendalikan Eropa Timur

Yopi Sanjaya11 Januari 202525 Desember 202406 mins

Dibentuk pada 25 Januari 1949, Comecon menjadi organisasi yang menaungi negara-negara komunis di Blok Timur. Alih-alih diuntungkan, mereka justru dikendalikan oleh Uni Soviet

Baca Lebih Lanjut
  • Ulasan HM

Luka dan Tawa Transpuan dalam Romantisisme Yogyakarta

Nurillah Achmad27 November 202423 November 202415 mins

Yogyakarta tidak hanya tampil sebagai kota budaya dan klasik. Di balik itu, para transpuan menjadikannya sebagai rumah. Mereka menggantungkan hidup mereka di kota yang berbudaya tersebut

Baca Lebih Lanjut
Taman Siswa
  • Narasi HM

Mengapa Ki Hadjar Dewantara Menyebutnya Taman Belajar?

Arisianto2 Desember 202430 November 202405 mins

Sebagai sebuah taman belajar, Ki Hadjar Dewantara ingin mengenalkan konsep keterbukaan dalam pendidikan anak. Konsep keterbukaan tersebut, memungkinkan mereka untuk menemukan minat dan bakat mereka dengan baik

Baca Lebih Lanjut
  • 1
  • …
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • …
  • 36

Selami Lebih Dalam

Opini HM
Akankah Dalang G30S Dapat Terungkap?
Narasi HM
Politik Historiografi dalam Sejarah Indonesia
Ulasan HM
Polemik Ilmu Pengetahuan dalam Kerangka F. A. Hayek
Narasi HM
IQ Zoo, Ketika Hewan Dapat Melakukan Tugas Manusia
Narasi HM
Reconquista, Terusirnya Islam dari Andalusia
Opini HM
Apakah Perjalanan Waktu dapat Memastikan Kebenaran Sejarah?
Newsmatic - Disesuaikan untuk Historical Meaning - Powered By BlazeThemes.