Skip to content
Senin, 12 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Historical Meaning

Historis dan Kritis

Tombol Kejutan
  • Narasi HM
  • Opini HM
  • Historical Mention
  • Ulasan HM
  • Arsip HM
  • Berita HM
  • Kirim Tulisan
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Historical Meaning

Historis dan Kritis

Tombol Kejutan
  • Narasi HM
  • Opini HM
  • Historical Mention
  • Ulasan HM
  • Arsip HM
  • Berita HM
  • Kirim Tulisan
Terbaru
  • Ketika Guru-Guru Indonesia Berhenti Belajar

    25 November 202325 Desember 2023
  • Perjalanan Media di Indonesia pada Akhir Orde Baru

    22 Juni 202325 Desember 2023
  • Pemberitaan Media Indonesia terhadap Konflik Israel-Palestina, Apakah Salah jika Berat Sebelah?

    15 Oktober 202325 Desember 2023
  • Siapakah Bangsa yang Kini Mendiami Tanah Israel?

    8 Juli 20235 September 2024
  • Eksil, Kisah Para Korban Sejarah yang Tetap Mencintai Indonesia

    6 Maret 202423 Februari 2026
  • Penelitian sejarah lokal

    Sejarah Lokal: Manifestasi Kearifan Masyarakat Desa

    28 Desember 202429 Desember 2024
  • Menempatkan Islam dalam Historiografi Nasional Indonesia

    28 Februari 202412 Januari 2024
  • Politik Raja Jawa dalam Kepemimpinan Presiden Joko Widodo

    12 Oktober 20246 Oktober 2024
  • Bung Karno dan Isu Keislaman

    24 Juni 202419 Mei 2024
  • Kaleidoskop Sejarah Indonesia 2023: Tahun Repatriasi Benda Bersejarah

    30 Desember 202330 Desember 2023
  • Opini HM

Polemik BEM UI vs TNI, Ketika Emosi Mengalahkan Rasio

Putu Prima Cahyadi5 April 20245 April 202404 mins

Polemik antara BEM UI vs TNI, yang digemakan dan dipanas-panasi kembali oleh pengguna TikTok, menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia masih mengandalkan emosi mereka dalam melihat isu Papua. Mereka masih belum mengutamakan rasio, melacak akar konflik yang terjadi selama ini

Baca Lebih Lanjut
  • Narasi HM

Teungku Daud Beureueh, Aceh, dan Republik

Ibnu Aghniya12 Agustus 20241 Agustus 202407 mins

Penerapan syariat Islam di tanah Serambi Mekkah tak kunjung dilakukan Soekarno. Ini, pada akhirnya, membuat Daud Beureueh angkat senjata

Baca Lebih Lanjut
  • Opini HM

Ironi Pendidikan Indonesia: Guru Enggan Menyentuh Buku, Murid Apalagi

Putu Prima Cahyadi2 Mei 20241 Mei 202404 mins

Pendidikan Indonesia benar-benar sebuah ironi. Guru enggan menjadikan buku sebagai hal utama untuk mengisi waktu luang mereka, dan siswa mengikuti para guru, enggan melirik buku untuk menemani hari-hari mereka

Baca Lebih Lanjut
  • Ulasan HM

Wacana Seksualitas dalam Paradigma Masyarakat Jawa Abad ke-20

Indra Nanda Awalludin28 Agustus 20241 Agustus 202405 mins

Pada mulanya, urusan seksualitas adalah pembicaraan publik di Jawa. Lambat laun, masyarakat Jawa mengubah pandangan tersebut menjadi privat, dibatasi ruang-ruang pribadi yang khusus

Baca Lebih Lanjut
Pemerkosaan Massal 1998
  • Opini HM

Ketika Indonesia Berbeda Sikap terhadap Penyintas Jugun Ianfu dan Pemerkosaan Massal 1998

Muhammad Helmi22 November 202510 November 202505 mins

Sikap Indonesia terhadap para penyintas jugun ianfu dan pemerkosaan massal 1998 serupa. Ia sama-sama mengabaikan dan enggan memperjuangkan suara mereka.

Baca Lebih Lanjut
  • Ulasan HM

Menempatkan Pemberontakan dalam Perspektif Multidimensional

Putu Prima Cahyadi3 April 202425 Januari 202405 mins

Oleh Sartono, kisah pemberontakan masyarakat Banten pada Juli 1888 tidak hanya gejolak sosial yang berdiri dalam ruang hampa. Ia merupakan kulminasi dari kondisi sosial, ekonomi, dan kultural Banten sepanjang abad ke-19

Baca Lebih Lanjut
Homo sapiens awal
  • Narasi HM

Riwayat Homo sapiens hingga Menjadi Spesies Manusia Satu-satunya di Bumi

Fatih Hayatul Azhar31 Maret 202531 Maret 202505 mins

Pada mulanya, terdapat banyak jenis Homo yang hidup di dunia. Namun, kehadiran Homo sapiens menyingkirkan spesies Homo lainnya menuju kepunahan. Mengapa bisa terjadi?

Baca Lebih Lanjut
Karl Marx
  • Historical Mention

Agama sebagai Candu, Pelarian dari Kemiskinan dan Penderitaan

Vano Jemadin7 Maret 20267 Maret 202604 mins

Bagi Karl Marx, kaum proletar menjadikan agama sebagai pelarian dari ketidakberdayaan, membayangkan kebahagiaan serta berkah ilahi sebagai penolong. Ini membuat agama tampil sebagai candu, menawarkan hiburan yang menenangkan, menggeser fokus manusia dari realitas material menjadi kondisi masa depan yang nonmateri

Baca Lebih Lanjut
  • Narasi HM

Abdurrahman ad-Dakhil, Sang Rajawali Quraisy

Ibnu Aghniya29 Juli 202427 Juni 202404 mins

Sebagai seorang pemimpin, Abdurrahman ad-Dakhil adalah sosok yang luar biasa. Ia berhasil mengalahkan lawan-lawannya, menjad penguasa, dan sukses melakukan pembangunan besar-besaran dalam waktu 10 tahun

Baca Lebih Lanjut
  • Opini HM

Menggugat Pancasila sebagai Sebuah Ideologi

Indra Nanda Awalludin22 Juni 202426 Juni 202405 mins

Sebagian besar dari kita, masyarakat Indonesia, percaya begitu saja bahwa Pancasila merupakan sebuah ideologi yang mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara. Apa benar?

Baca Lebih Lanjut
  • 1
  • …
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • …
  • 36

Selami Lebih Dalam

Opini HM
Kaleidoskop Sejarah Indonesia 2023: Tahun Repatriasi Benda Bersejarah
Narasi HM
Kemelut Hubungan Indonesia-Israel dalam Sejarah
Opini HM
Menjaga Lokomotif Uap Indonesia melalui De Bergkoningin
Narasi HM
Wajah Jakarta yang Lain: Melihat Sejarah Kehidupan Sehari-hari yang Tercerabut
Narasi HM
Marxisme di Bawah Perestroika dan Glasnost Uni Soviet
Historical Mention
Harari dan Sejarah sebagai Alat Pembebasan Manusia
Newsmatic - Disesuaikan untuk Historical Meaning - Powered By BlazeThemes.