Bagaimana Kekaisaran Romawi Suci Memilih Kaisar Mereka?
Kongkalikong, dalam bentuk sogok-menyogok, politik gentong babi, hingga “cawe-cawe,” telah menjadi tradisi dalam pemilihan kaisar di Kekaisaran Romawi Suci; satu tradisi yang eksis hingga kini.
Kongkalikong, dalam bentuk sogok-menyogok, politik gentong babi, hingga “cawe-cawe,” telah menjadi tradisi dalam pemilihan kaisar di Kekaisaran Romawi Suci; satu tradisi yang eksis hingga kini.
Seandainya Sartono Kartodirdjo, sejarawan besar yang pernah dimiliki Indonesia, hidup hingga hari ini, saya ingin ia menjewer telinga para sejarawan yang masih berdiri di menara gading
Kuasa data memungkinkan pondasi yang kuat, sementara kuasa kata menjadikan kisah tidak kering dan tetap hidup. Sejarawan perlu menjembatani kedua kuasa ini dalam menghasilkan sebuah karya
PR KKP BRIN menggelar webinar bertajuk Diskursus dan Nasihat Keagamaan, membahas berbagai karya ulama Indonesia yang belum terdata
Meski sudah banyak prestasi, upaya internasionalisasi Islam Indonesia merupakan tugas yang sangat berat karena ada faktor epistemologis yang non-empiris.
Sejarah Indonesia menulis bahwa VOC bubar pada 31 Desember 1799 karena korupsi, sehingga ia dikenal sebagai “Vergaan Onder Corruptie”. Apa benar sesederhana itu?
Bagi kita, lukisan “A Pair of Shoes” karya Vincent van Gogh mungkin hanya menggambarkan keindahan semata, sebuah sepatu tua. Namun, bag filsuf, ia menggambarkan realitas mengenai dunia yang Ada
Peringatan Hari Ibu tidak dapat lagi ditempatkan dalam urusan domestik, urusan rumah tangga. Sudah saatnya menempatkan kaum ibu kembali sebagai agen perubahan dan pemberdayaan sesama kaum ibu yang bernasib tidak beruntung.
Ide “masyarakat primitif” adalah ciptaan bangsa Barat. Melalui ilmu antropologi, mereka menciptakan kelompok-kelompok yang dipandang “primitif”, berlawanan dengan peradaban Eropa yang “modern”.
Pada mulanya, Aliansi Demokrasi Rakyat (ALDERA) lahir sebagai salah satu kekuatan mahasiswa dalam menuntut perubahan dalam perpolitikan Orde Baru. Namun, penetrasi kekuatan lain membuatnya mati pelan-pelan, dan gagal lahir sebagai sebuah partai sendiri.