Politik Dinasti, Kultur Feodalisme dalam Sistem Demokrasi di Indonesia
Dinasti politik di Indonesia tak bisa dilepaskan dengan sistem kekuasaan monarki pada masa silam. Bisa dikatakan, ia menjadi perwujudan kultur feodalisme di negara ini
Dinasti politik di Indonesia tak bisa dilepaskan dengan sistem kekuasaan monarki pada masa silam. Bisa dikatakan, ia menjadi perwujudan kultur feodalisme di negara ini
Penolakan perayaan Hari Valentine memiliki akar sejarah yang menarik. Ia tidak serta merta ditolak karena urusan maksiat semata pada mulanya. Ia ditolak karena tidak sesuai dengan Pancasila.
Apakah guru masih dihargai dan dianggap pahlawan oleh peserta didik dewasa ini? Melihat profesi guru yang masih diinjak-injak oleh masyarakat, jawabannya adalah tidak
Perjalanan historiografi Indonesia tidak lepas dari pengaruh politik. Mengutip Marc Ferro, “abuse” demi “abuse” dilakukan dalam menyusun sejarah, dan sejarah Indonesia merupakan contoh nyata dari “abuse” tersebut
Buku “Rumah Kertas” tidak haya menggambarkan hubungan antara manusia dan buku sebagai relasi antara makhluk hidup dan mati. Dalam novel ini, buku digambarkan sebagai sesuatu yang hidup dan memiliki jiwa
Gejolak perebutan kekuasaan antara Mataram, Bali, dan Blambangan membuat wilayah Blambangan tak pernah reda dari konflik. Kondisi ini, menurut Sri Margana, membuat wilayah Blambangan dijuluki sebagai tanah “frontier” terakhir di Jawa.
Kongkalikong, dalam bentuk sogok-menyogok, politik gentong babi, hingga “cawe-cawe,” telah menjadi tradisi dalam pemilihan kaisar di Kekaisaran Romawi Suci; satu tradisi yang eksis hingga kini.
Nama Sultan Hamid II berada dalam dilema. Meski punya andil dalam perjuangan bangsa, ia masih dicap sebagai pengkhianat dan belum juga mendapat gelar “pahlawan nasional”.
Meski diterjemahkan secara tidak pas oleh Yayasan Obor Indonesia, buku “Engineers of Happy Land” merupakan salah satu buku yang berhasil melihat interaksi kebudayaan Barat dan Timur di Hindia Belanda, yang diwujudkan dalam bentuk penetrasi teknologi
Fahmi Basya, melalui buku kontroversialnya, mengklaim bahwa Candi Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman. Apa benar demikian?