Widayat, Pelukis Dekoratif Primitif Indonesia
Widayat tampil sebagai seorang pelukis dekoratof primitif yang khas. Pengalaman hidup dan pendidikannya membangun imaji seni seorang Widayat, sehingga menghasilkan karya-karya yang memikat rasa keindaan
Widayat tampil sebagai seorang pelukis dekoratof primitif yang khas. Pengalaman hidup dan pendidikannya membangun imaji seni seorang Widayat, sehingga menghasilkan karya-karya yang memikat rasa keindaan
Buku “The Crescent and The Rising Sun” memberikan informasi bahwa Islam di Indonesia tumbuh menjadi kekuatan politik berkat bantuan pendudukan Jepang. Tanpanya, ia tidak akan seperti sekarang.
Masyarakat Indonesia memandang filsafat sebagai ilmu yang tidak berguna dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Apa benar demikian?
Pemilu 2024 telah usai. Saatnya seluruh elemen masyarakat di Indonesia membebaskan diri dari semua unsur kebencian dan permusuhan kepada sesama bangsa Indonesia, dan bergerak, bersatu menciptakan perdamaian
Kasta, sebuah topik yang dianggap sudah usang oleh masyarakat Bali, disajikan dengan segar dalam buku ini. Meski begitu, penulis masih terperangkap dalam buai eksotisme Bali yang membelenggu siapapun yang ingin menulis mengenai Bali.
Meski Presiden Joko Widodo akan mengakui status warga negara terhadap 39 eksil G30S, itu saja masih belum cukup. Dibutuhkan upaya lebih besar untuk menyembuhkan luka menganga masyarakat Indonesia, yakni pemaknaan kembali sejarah 1965.
“The Footnote: a Curious History” menjadi jawaban mengapa jurusan sejarah, terutama di Indonesia, masih mempertahankan catatan kaki dalam ruang akademik, meski hampir semua jurnal telah beralih ke catatan perut.
Ganasnya media sosial menyiarkan informasi mengenai isu pengungsi Rohingya tidak hanya memperkeruh masalah yang sedang berlangsung, tetapi juga berdampak mempengaruhi gagasan kolektif masyarakat terhadap isu tersebut. Berkat media sosial, mereka menjadi antipati.
Banyak dari kita yang memandang bahwa penjajahan atas Indonesia, baik yang dilakukan Belanda maupun Jepang, merupakan hal yang buruk. Apa benar demikian?
Pada mulanya, kebaya hanyalah sebuah pakaian biasa yang dikenakan perempuan Indonesia, terutama perempuan Jawa dan Bali. Namun kini, ia telah menjadi sebuah “fashion statement” identitas bangsa Indonesia