Ketika Negara-Negara Asia Memberitakan G30S
Buku “G30S dan Asia” menunjukan kepada kita bahwa peristiwa G30S tidak hanya milik Indonesia, tetapi memiliki pengaruh hingga ke negara-negara Asia.
Buku “G30S dan Asia” menunjukan kepada kita bahwa peristiwa G30S tidak hanya milik Indonesia, tetapi memiliki pengaruh hingga ke negara-negara Asia.
Bagi kita, fenomena suara gaib atau tidak terjelaskan dipahami sebagai satu hal tak rasional. Namun, dalam budaya masyarakat Jawa, ia menampilkan bagaimana rasionalitas menjadi ambigu
Putusan MK pada 2008 mereformasi sistem pemilu Indonesia untuk selamanya. Sistem proporsional terbuka memberikan ruang bagi para caleg untuk berkampanye secara langsung dan berkreasi.
Perkembangan Iptek dalam bentuk pengadaan traktor telah membuat kerbau sebagai sarana untuk membajak sawah memudar. Dengan kondisi seperti ini, masihkah petani Indonesia memiliki imajinasi terhadap kerbau?
Persatuan yang diusung kerajaan berbasis Kristen di utara Spanyol berhasil mendesak kekuatan umat Muslim hingga keluar dari Spanyol. Peristiwa ini menjadi awal terusirnya mereka dari tanah yang telah mereka kuasai selama berabad-abad
Meski telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya, Azyumardi Azra, melalui karya terakhirnya, meninggalkan pesan kepada masyarakat Indonesia agar tidak terperangkap dalam romantisisme masa lalu.
Tradisi kupatan di Kecamatan Paciran, Lamongan, telah berlangsung sejak lama. Tradisi yang terkait dengan bulan Ramadan dan Syawal ini diselenggarakan sebagai wujud syukur atas segala berkah selama menjalani puasa Ramadan
Idealisme merupakan kemewahan terakhir para pemuda, ungkap sosok yang dianggap sebagai sang pemilik kutipan, Tan Malaka. Idealisme menjadi mesin utama pemuda untuk membangun diri dan bangsanya
Buku “The Crescent and The Rising Sun” memberikan informasi bahwa Islam di Indonesia tumbuh menjadi kekuatan politik berkat bantuan pendudukan Jepang. Tanpanya, ia tidak akan seperti sekarang.
Melalui Ekonomi Terpimpin, Sukarno berharap dapat mengatasi masalah ekonomi yang sedang melanda Indonesia sejak 1950-an. Disayangkan, ia lebih sibuk mengisi perut masyarakat Indonesia dengan jargon politik alih-alih dengan nasi.