Mengapa Akademikus Tak Perlu Takut dan Malu untuk Berbahasa Ndakik-Ndakik?
Hadirnya stigma negatif terhadap bahasa akademis atau “ndakik-ndakik” seharusnya tidak perlu ragu bagi seorang akademikus untuk mengungkapkan isi pikirannya kepada publik.
Hadirnya stigma negatif terhadap bahasa akademis atau “ndakik-ndakik” seharusnya tidak perlu ragu bagi seorang akademikus untuk mengungkapkan isi pikirannya kepada publik.
Penolakan perayaan Hari Valentine memiliki akar sejarah yang menarik. Ia tidak serta merta ditolak karena urusan maksiat semata pada mulanya. Ia ditolak karena tidak sesuai dengan Pancasila.
Meski buku ini masih berantakan, ia menyajikan tesis sederhana kepada pembaca; bahwa budaya konsumsi roti di Kota Yogyakarta merupakan salah satu contoh pertemuan antara Timur dan Barat
Melalui pertobatan ekologis, umat manusia diajak untuk kembali menyayangi alam semesta, yang selama ini telah dicerai-berai oleh kerakusan dan ketamakan
Ahmad Dahlan, sang pendiri Muhammadiyah, tidak hanya tampil sebagai tokoh progresif. Ia juga mendorong kemajuan dan pemberdayaan kaum perempuan di Indonesia
Berawal dari kehadiran Daendels, Penjara Kalisosok dibangun pada 1808. Seiring berjalannya waktu, penjara di Kota Surabaya ini pernah menjadi saksi bisu geliat Revolusi di Kota Pahlawan tersebut, dalam bentuk insiden Kapten Huijer.
Merespon sikap Presiden Joko Widodo yang mencederai demokrasi di Indonesia, sejumlah guru besar dan akademisi berbagai kampus di negeri ini turun gunung dan menyampaikan kritik terbuka. Mengapa baru sekarang mereka melakukan itu?
Seneca, filsuf era Romawi, telah memberikan resep bagi kita untuk mengendalikan rasa amarah. Meski pendekatannya perlu dilihat secara kritis, How to Keep Your Cool dapat membantu kita melalui masa sulit ini.
Jokowi mungkin tampil sebagai seorang presiden dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Namun, di balik itu, terdapat sebuah kesesatan yang ditimbulkan dari kesederhanaan bahasa sang (mantan) presiden kepada publik
Sejak akhir abad ke-18, Jean-Jacques Rousseau telah berbicara tentang kehendak umum, landasan yang perlu digunakan negara untuk mewujudkan kebaikan bersama seluruh rakyat. Mengapa Indonesia masih sulit, dan bahkan mengikari gagasan filsuf Prancis ini?