Filsafat dan Agama, Dua Jalan Mencapai Kebenaran
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, filsafat dan agama bagaikan minyak dan air, tidak pernah bisa bersatu. Apa benar mereka berdua selalu demikian?
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, filsafat dan agama bagaikan minyak dan air, tidak pernah bisa bersatu. Apa benar mereka berdua selalu demikian?
Sastra memberikan pelita bagi manusia untuk menjalani kehidupan ini. Disayangkan, generasi masa kini abai terhadap esensi sastra.
Musik dapat membantu penulisan historiografi dalam dua cara. Pertama, dengan membangkitkan suasana kesejarahan tertentu, dan kedua, membangkitkan memori masa silam seseorang
Kongkalikong, dalam bentuk sogok-menyogok, politik gentong babi, hingga “cawe-cawe,” telah menjadi tradisi dalam pemilihan kaisar di Kekaisaran Romawi Suci; satu tradisi yang eksis hingga kini.
Menurut pendapat banyak orang, keberadaan relief Kamadhatu pada Candi Borobudur disembunyikan karena dianggap vulgar dan cabul. Apa benar demikian?
Sebagai manusia yang religius, manusia Indonesia senang melibatkan Tuhan dalam berbagai urusan, baik profan maupun sakral. Padahal, urusan tersebut masih bisa diselesaika oleh manusia lain, alih-alih harus melibatkan Tuhan
Tuhan di mata para penyair dapat berwujud sesuatu (gelar) yang diciptakan secara bebas dan kreatif. Gelar atau julukan Tuhan yang diciptakan oleh para penyair dalam beberapa aspek keluar dari kaidah-kaidah agama yang dianutnya.
Perang Salib sering digambarkan sebagai kisah perang antara pasukan Kristen dan Muslim. Namun, di balik perang tersebut, terdapat kisah politik, ekonomi, dan sosial di baliknya. Bagaimana kisahnya?
Berdasarkan cara berpikir historis, dapat dengan mudah disimpulkan: salah satu sebab dari disorientasi nilai yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini berhubungan erat dengan disorientasi historiografis Indonesia yang membentuk memori kolektif sebagai narasi sejarah bangsa.
Liu Shan mengambil tampuk kepemimpinan kerajaan Shu Han dari ayahnya, Liu Bei, karena faktor keturunan dan feodalisme. Apakah kekuasaannya selama 41 akan menjadi kekuasaan yang tidak kompeten?