Apakah Perjalanan Waktu dapat Memastikan Kebenaran Sejarah?
Jika manusia dapat kembali ke masa lalu, apakah ia dapat menjamin kebenaran tunggal dalam sejarah? Apakah sebuah narasi tunggal, yang selalu benar sepanjang masa, dapat tercipta?
Jika manusia dapat kembali ke masa lalu, apakah ia dapat menjamin kebenaran tunggal dalam sejarah? Apakah sebuah narasi tunggal, yang selalu benar sepanjang masa, dapat tercipta?
Meski menghadapi banyak halangan, visi KH Abdul Halim untuk memajukan pendidikan dan pembaruan Islam di Majalengka tetap membara.
Bagi kita, fenomena suara gaib atau tidak terjelaskan dipahami sebagai satu hal tak rasional. Namun, dalam budaya masyarakat Jawa, ia menampilkan bagaimana rasionalitas menjadi ambigu
Pembajakan buku masih menjadi penyakit dalam dunia perbukuan di Indonesia. Mahalnya harga buku membuat orang beralih ke buku bajakan yang lebih hemat di ongkos
Memasuki bulan Ramadan, seluruh Muslim di dunia percaya bahwa setan akan dibelenggu pada bulan yang suci tersebut. Apakah ini berarti kemaksiatan akan sirna di muka bumi? Atau, ada pandangan lain?
Kisah Atlantis, baik sebagai fakta maupun mitos, menyimpan segudang pengetahuan yang menarik. Bagaimana fakta dan sejarah peradaban maju yang menghilang karena banjir dan azab dewa ini?
Kepala daerah merasa tidak membutuhkan pendampingan, begitu pula sebaliknya kepala daerah merasa bahwa eksistensi wakil belum sepenuhnya optimal. Menghadapi hal ini, wakil kepala daerah berada pada dua kemungkinan: diam dan terus menerima fasilitas yang menjadi hak mereka atau merasa malu dan mengundurkan diri dari posisi ini.
Sebelum menggeliat dengan aktivitas keislaman, Masjid Tiban hanya sebuah masjid tua yang telah ditinggalkan. Serbuan Jepang membuat ia ditinggalkan, dan beberapa tahun kemudian, ditemukan kembali oleh kelompok transmigran dari Karanganyar
Melalui “Matinya Sokrates”, pembaca menyelami kebahagiaan Sokrates yang tidak takut akan kematian. Meski ajal, yang perlahan namun pasti, menyambutnya, ia tetap senang dan tetap berfilsafat
Teto dan Atik menempuh jalan yang berbeda. Sebagai tentara KNIL, Teto mengharapkan kembali kedatangan Belanda ke Indonesia. Di sisi lain, Atik menggelorakan semangat merah-putih di tanah Republik. Akankah mereka bertemu?