Akankah Dalang G30S Dapat Terungkap?
Sudah menjadi perdebatan setiap tahun menjelang 30 September, masyarakat Indonesia memperdebatkan siapa dalang peristiwa berdarah G30S. Akankah tabir gelap ini dapat terungkap kepada publik?
Sudah menjadi perdebatan setiap tahun menjelang 30 September, masyarakat Indonesia memperdebatkan siapa dalang peristiwa berdarah G30S. Akankah tabir gelap ini dapat terungkap kepada publik?
Dalam historiografi Indonesia, pembangunan Jalan Raya Pos (Groote Postweg) digambarkan sebagai praktek korupsi besar-besaran Daendels yang kejam menggunakan tenaga kerja rodi. Apa benar demikian?
Buku “The Slave Ship: A Human History” menunjukan kepada pembaca bagaimana “drama” horor serta pergolakan kehidupan antara kapten kapal, para pelaut, serta budak belian, dalam sebuah panggung mengapung yang bernama kapal pengangkut budak.
Pendidikan Indonesia benar-benar sebuah ironi. Guru enggan menjadikan buku sebagai hal utama untuk mengisi waktu luang mereka, dan siswa mengikuti para guru, enggan melirik buku untuk menemani hari-hari mereka
Widayat tampil sebagai seorang pelukis dekoratof primitif yang khas. Pengalaman hidup dan pendidikannya membangun imaji seni seorang Widayat, sehingga menghasilkan karya-karya yang memikat rasa keindaan
Pada 1816, Thomas Jefferson pernah menulis bahwa ia lebih menyukai mimpi masa depan dibandingkan sejarah masa silam. Apakah ini berarti masa depan lebih penting dibandingkan masa lalu?
Sejak pariwisata menjadi fokus ekonomi Bali, hippies menjadi masalah yang memusingkan pemerintah daerah. Meski dibasmi, keberadaan mereka tetap membanjiri Bali sejak 1970-an.
Kecerdasan buatan kini telah menyusup ke ruang kelas di Indonesia. Guru dan siswa dihadapkan dengan kemampuan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Bagaimana kiat untuk selamat dari “guna-guna” ini?
Gedung Sate tidak hanya menyimpan pesona wisata, tetapi juga memiliki kisah sejarah yang penting dan berharga. Tidak heran, ia menjadi landmark ikonik Kota Bandung
Meski sering diperdebatkan dengan Sarekat Dagang Islam, kehadiran Boedi Oetomo pada 1908 masih tetap kokoh sebagai tonggak pergerakan nasional yang diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional setiap 20 Mei