Sejarah yang Baik Menurut S. Radhakrishnan
Bagi S. Radhakrishnan, sejarah yang baik tidak mengisahkan perang antara para raja (battle of kings), tetapi menampilkan pergerakan sosial ekonomi suatu masyarakat di dunia ini.
Bagi S. Radhakrishnan, sejarah yang baik tidak mengisahkan perang antara para raja (battle of kings), tetapi menampilkan pergerakan sosial ekonomi suatu masyarakat di dunia ini.
Kongkalikong, dalam bentuk sogok-menyogok, politik gentong babi, hingga “cawe-cawe,” telah menjadi tradisi dalam pemilihan kaisar di Kekaisaran Romawi Suci; satu tradisi yang eksis hingga kini.
Menurut kepercayaan sebagian besar masyarakat Indonesia, Palestina menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Apa benar demikian?
Polemik Kamus Sejarah Nasional besutan pemerintah Indonesia pada 2021 lalu menjadi bukti bahwa pemerintah negeri ini masih belum mampu menghasilkan buku sejarah yang objektif dan kritis
Berawal dari India bagian utara, orang Zutt berpindah bersama dengan ekspedisi Arab dan Islam di India. Mereka diduga menurunkan orang-orang Gipsi di Eropa, yang kini menghadapi berbagai diskriminasi
Kaum Muslimin di Asia Tenggara perlu memberi contoh tentang penerapan Islamisitas secara aktual dalam penyelamatan alam lingkungan dan sumber daya alam. Di sini kaum Muslim harus memperkuat integritas diri pribadi dan komunitas sehingga dapat mengaktualkan Islam ramhatan lil alamin, rahmat bagi alam semesta.
Bagi Winston Smith, memiliki pemikiran yang bebas di tengah kontrol Partai yang ketat atas masa lalu dan masa depan dapat membuatnya ditangkap Polisi Pikiran. Apakah ia dapat bertahan?
Sebagai ide, pemahaman bahwa Indonesia dijajah elama 350 tahun merupakan hal yang menyesatkan, dan bersifat mitos. Namun, sebagai mitos, ia memiliki esensi penting, yakni membangun pemahaman masyarakat akan jati diri sebagai bangsa Indonesia
Indonesia menyajikan sejarah yang kaya. Salah satunya adalah kisah tentang riwayat gastronomi Indonesia, yang direkam dengan indah melalui buku Jejak Rasa Nusantara
Kutipan Mohammad Arkoun mencerminkan keberanian seorang intelektual Islam kontemporer dalam mengkritik tradisi keagamaan para ortodoksi Islam. Ia mengajak umat untuk tidak terjebak dalam kekakuan yang normatif, menggali teks dengan lebih kontekstal