Rezim Pendidikan dan Penelitian
Pendidikan bukan hanya memupuk kemampuan mengetahui (knowledge) dan membuat (skill), melainkan yang lebih mendasar keistimewaan dalam berbuat (virtues).
Pendidikan bukan hanya memupuk kemampuan mengetahui (knowledge) dan membuat (skill), melainkan yang lebih mendasar keistimewaan dalam berbuat (virtues).
Berawal dari budaya “ontgroening” pada periode Belanda, kekerasan dalam masa orientasi/inisiasi diwariskan hingga Indonesia merdeka. Meski telah ada upaya untuk mengikisnya, ia masih tetap eksis hingga kini.
Perkembangan Iptek dalam bentuk pengadaan traktor telah membuat kerbau sebagai sarana untuk membajak sawah memudar. Dengan kondisi seperti ini, masihkah petani Indonesia memiliki imajinasi terhadap kerbau?
Makam Kembang Kuning tidak hanya tempat bagi jiwa yang tertidur dalam keabadian. Ia juga tumbuh sebagai rumah bercinta, ladang prostitusi kelas bawah
Dilihat dari segala tindakan yang harus dilakukan selama mementaskan wayang, seorang dalang adalah aktor tunggal bersosok kompleks.
Melalui sungai, kita dapat melihat wajah sejarah kehidupan sehari-hari masyarakat Jakarta. Sungai pula yang membantu kita lepas dari perangkap gedung pencakar langit ketika melihat kota metropolitan ini
Meski sering dikaitkan dengan dirinya, kutipan “history is written by the victors” tidak pernah dilontarkan Winston Churchill. Meski begitu, apakah para pemenang saja yang mampu menulis sejarah?
Meski buku ini masih berantakan, ia menyajikan tesis sederhana kepada pembaca; bahwa budaya konsumsi roti di Kota Yogyakarta merupakan salah satu contoh pertemuan antara Timur dan Barat
Bagaimana manusia muncul di muka bumi, bagaimana manusia diciptakan, dan untuk tujuan apa manusia turun ke bumi? Pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan itu berusaha dijawab oleh agama melalui narasi transenden yang diberikan Tuhan melalui perantara nabi-nabi.
Berdasarkan cara berpikir historis, dapat dengan mudah disimpulkan: salah satu sebab dari disorientasi nilai yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini berhubungan erat dengan disorientasi historiografis Indonesia yang membentuk memori kolektif sebagai narasi sejarah bangsa.