Ketika Sejarah Hanya Dipandang sebagai Masa Lalu
Bambang Purwanto, dengan bahasa yang sederhana, mengingatkan kita bahwa sejarah tidak dapat dipandang hanya sebagai masa lalu.
Bambang Purwanto, dengan bahasa yang sederhana, mengingatkan kita bahwa sejarah tidak dapat dipandang hanya sebagai masa lalu.
Proses perkawinan di Dusun Pelinggihan, Bondowoso, digelar dengan mengadakan tradisi arak penganten. Dalam tradisi tersebut, pementasan jaran kencak menjadi kesenian yang ditunggu-tunggu masyarakat desa
Widayat tampil sebagai seorang pelukis dekoratof primitif yang khas. Pengalaman hidup dan pendidikannya membangun imaji seni seorang Widayat, sehingga menghasilkan karya-karya yang memikat rasa keindaan
Ideologi pan-islamisme, yang berkembang pada abad ke-19 dipelopori oleh Jamaluddin al-Afghani, menjadi salah satu senjata umat Muslim di dunia mengejar modernitas dan kemajuan.
Melalui buku “Peradaban Jawa”, Supratikno Rahardjo mengajak pembaca untuk menyelami aspek-aspek peradaban Jawa kuno yang terus tumbuh, dan mungkin masih dapat dirasakan hingga kini.
Apakah pembacaan sebuah tulisan sejarah sama seperti gerak matahari yang selalu terbit dari timur karena pengaruh berbagai hukum alam yang mengikatnya?
Pendirian apa yang kemudian dikenal sebagai Dinasti Umayyah tidak berlangsung mulus. Konflik tersebut, pada akhirnya dimenangkan oleh kelompok pro, menghasilkan sebuah kekhalifahan di Jazirah Arab
Pemerintah melalui Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Standar Kurikulum, Asesmen, dan Pembelajaran, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, mengakomodir aspirasi guru sejarah untuk memperkuat posisi mata pelajaran Sejarah dalam Kurikulum Nasional yang masih terus digodok.
Sebagai seorang sejarawan yang dibayang-bayangi kuasa Orde Baru, Nugroho Notosusanto memiliki andil dalam membentuk historiografi Indonesia. Hingga kini, pengaruhnya dalam penulisan dan pengajaran sejarah di Indonesia masih terasa.
Kondisi ekonomi Indonesia yang serba sulit memaksa masyarakatnya untuk “makan tabungan” (mantab). Mereka menggunakan uang tabungan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, di tengah himpitan dan kesulitan yang menerpa