Sejarah Penyerbuan Gajah Mada ke Bali, Awal Bali menjadi Wilayah Kekuasaan Majapahit
Sri Asta Asura Ratna Bumi Banten dan Gajah Mada bersitegang. Dampaknya, Majapahit memutuskan untuk menyerbu Bali. Bagaimana kisahnya?
Rubrik yang memuat tulisan sejarah naratif, yang mengisahkan tokoh, peristiwa, maupun fenomena kesejarahan tertentu yang disajikan dengan resep rahasia khas Historical Meaning
Sri Asta Asura Ratna Bumi Banten dan Gajah Mada bersitegang. Dampaknya, Majapahit memutuskan untuk menyerbu Bali. Bagaimana kisahnya?
Meski sering diperdebatkan dengan Sarekat Dagang Islam, kehadiran Boedi Oetomo pada 1908 masih tetap kokoh sebagai tonggak pergerakan nasional yang diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional setiap 20 Mei
Sebagai seorang sejarawan yang dibayang-bayangi kuasa Orde Baru, Nugroho Notosusanto memiliki andil dalam membentuk historiografi Indonesia. Hingga kini, pengaruhnya dalam penulisan dan pengajaran sejarah di Indonesia masih terasa.
Putusan MK pada 2008 mereformasi sistem pemilu Indonesia untuk selamanya. Sistem proporsional terbuka memberikan ruang bagi para caleg untuk berkampanye secara langsung dan berkreasi.
Sebagai simbolisasi kemenangan “dharma” atas “adharma”, hari raya Galungan memiliki mitos dan sejarah yang menarik untuk diketahui lebih dalam.
Menurut dugaan, bangsa Yahudi yang mendiami tanah Israel saat ini berasal dari bangsa Khazar. Apa benar demikian?
Dalam historiografi Indonesia, pembangunan Jalan Raya Pos (Groote Postweg) digambarkan sebagai praktek korupsi besar-besaran Daendels yang kejam menggunakan tenaga kerja rodi. Apa benar demikian?
Perkembangan Iptek dalam bentuk pengadaan traktor telah membuat kerbau sebagai sarana untuk membajak sawah memudar. Dengan kondisi seperti ini, masihkah petani Indonesia memiliki imajinasi terhadap kerbau?
Meski dituding sebagai riba, tradisi menukar uang kecil menjelang Lebaran masih tetap dilakukan masyarakat Indonesia. Ini merupakan bentuk “kearifan lokal” masyarakat muslim Indonesia untuk merayakan kebahagiaan dan rasa syukur atas berkah selama Ramadan.
Ketika Presiden Soekarno sedang khusyuk menjalankan ibadah salat Iduladha, tidak disangka olehnya, sekelompok orang telah menanti kesempatan tersebut. Berjarak 15 meter di belakang Soekarno, mereka menembakkan pistol, “Dor!”, hampir membunuhnya.