Enggan Belajar dari Sejarah: Penolakan Metode Wolbachia di Indonesia
Suara penolakan terhadap penyebaran nyamuk ber-Wolbachia di Indonesia menjadi penanda bahwa masyarakat Indonesia masih enggan belajar dari sejarah penanganan wabah di negara ini.
Rubrik yang memuat tulisan sejarah naratif, yang mengisahkan tokoh, peristiwa, maupun fenomena kesejarahan tertentu yang disajikan dengan resep rahasia khas Historical Meaning
Suara penolakan terhadap penyebaran nyamuk ber-Wolbachia di Indonesia menjadi penanda bahwa masyarakat Indonesia masih enggan belajar dari sejarah penanganan wabah di negara ini.
Terlepas dari kontroversi dan perdebatan mengenai sigaret kretek tangan (SKT), tidak dapat dipungkiri bahwa SKT berperan terhadap kemandirian ekonomi Indonesia dan sebagai heritage bangsa.
Dinasti politik di Indonesia tak bisa dilepaskan dengan sistem kekuasaan monarki pada masa silam. Bisa dikatakan, ia menjadi perwujudan kultur feodalisme di negara ini
Meski menghadapi banyak halangan, visi KH Abdul Halim untuk memajukan pendidikan dan pembaruan Islam di Majalengka tetap membara.
Antara pasukan Kristen atau pasukan Muslim, siapakah dalang yang memusnahkan Perpustakaan Alexandria yang adiluhung tersebut?
Berawal dari pertemuan dengan Kiai Sholeh Darat, Kartini menemukan pelita melalui agama Islam. Ini membuatnya menjadi seorang “Hamba Allah” yang taat pada prinsipnya memajukan pendidikan kaum bumiputera.
Sri Asta Asura Ratna Bumi Banten dan Gajah Mada bersitegang. Dampaknya, Majapahit memutuskan untuk menyerbu Bali. Bagaimana kisahnya?
Meski sering diperdebatkan dengan Sarekat Dagang Islam, kehadiran Boedi Oetomo pada 1908 masih tetap kokoh sebagai tonggak pergerakan nasional yang diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional setiap 20 Mei
Sebagai seorang sejarawan yang dibayang-bayangi kuasa Orde Baru, Nugroho Notosusanto memiliki andil dalam membentuk historiografi Indonesia. Hingga kini, pengaruhnya dalam penulisan dan pengajaran sejarah di Indonesia masih terasa.
Putusan MK pada 2008 mereformasi sistem pemilu Indonesia untuk selamanya. Sistem proporsional terbuka memberikan ruang bagi para caleg untuk berkampanye secara langsung dan berkreasi.