Akankah Dalang G30S Dapat Terungkap?
Sudah menjadi perdebatan setiap tahun menjelang 30 September, masyarakat Indonesia memperdebatkan siapa dalang peristiwa berdarah G30S. Akankah tabir gelap ini dapat terungkap kepada publik?
Sudah menjadi perdebatan setiap tahun menjelang 30 September, masyarakat Indonesia memperdebatkan siapa dalang peristiwa berdarah G30S. Akankah tabir gelap ini dapat terungkap kepada publik?
Antara pasukan Kristen atau pasukan Muslim, siapakah dalang yang memusnahkan Perpustakaan Alexandria yang adiluhung tersebut?
Lewat pelajaran sejarah dapat kita tanamkan, pendidikan humaniora yang lebih banyak. Bukan berarti pendidikan humaniora yang terpenting, tetapi ilmu dan humaniora harus diletakkan seimbang.
Sastra memberikan pelita bagi manusia untuk menjalani kehidupan ini. Disayangkan, generasi masa kini abai terhadap esensi sastra.
Bentrokan antara warga Pulau Rempang dengan aparat keamanan gabungan pada awal September 2023 menjadi bukti nyata sikap abai pemerintah terhadap humaniora. Humaniora dipandang tidak penting, sehingga hampir tidak pernah dilibatkan dalam proses pembangunan.
Berawal dari pertemuan dengan Kiai Sholeh Darat, Kartini menemukan pelita melalui agama Islam. Ini membuatnya menjadi seorang “Hamba Allah” yang taat pada prinsipnya memajukan pendidikan kaum bumiputera.
Filsafat tidak hanya perlu diperkenalkan kepada masyarakat agar mereka dapat berpikir rasional dan objektif, tetapi juga sebaliknya, mem-filsafat-kan bumi, menjadikan dunia ini sebagai tempat yang damai dan rasional.
Sri Asta Asura Ratna Bumi Banten dan Gajah Mada bersitegang. Dampaknya, Majapahit memutuskan untuk menyerbu Bali. Bagaimana kisahnya?
Panji Gumilang, pemimpin pondok pesantren Al-Zaytun, merupakan sosok kontroversial. Pandangannya mengenai Islam, menurut opini Tempo, hanya sebatas perbedaan tafsir atas agama Islam. Apa benar demikian?
Karya sejarah yang baik, menurut Marc Bloch, wajib dapat menggungah rasa ketertarikan pembacanya akan sejarah. Atau, dalam bahasa Bloch, membuat pembaca “merasa lapar”.