Politik Dinasti, Kultur Feodalisme dalam Sistem Demokrasi di Indonesia
Dinasti politik di Indonesia tak bisa dilepaskan dengan sistem kekuasaan monarki pada masa silam. Bisa dikatakan, ia menjadi perwujudan kultur feodalisme di negara ini
Dinasti politik di Indonesia tak bisa dilepaskan dengan sistem kekuasaan monarki pada masa silam. Bisa dikatakan, ia menjadi perwujudan kultur feodalisme di negara ini
Nama Sultan Hamid II berada dalam dilema. Meski punya andil dalam perjuangan bangsa, ia masih dicap sebagai pengkhianat dan belum juga mendapat gelar “pahlawan nasional”.
Penciptaan Kerajaan Sriwijaya tidak dapat dilepaskan dengan perdagangan Tiongkok dengan Po-ssŭ sejak awal abad masehi.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda, hingga tahun 2023 ini, masih belum dapat melepaskan diri dengan imaji pemuda yang ditinggalkan Sukarno dan Suharto.
Buku “G30S dan Asia” menunjukan kepada kita bahwa peristiwa G30S tidak hanya milik Indonesia, tetapi memiliki pengaruh hingga ke negara-negara Asia.
Bagi generasi muda yang patriotik tidak ada alternatif kecuali melanjutkan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda [1928].
Bambang Purwanto, dengan bahasa yang sederhana, mengingatkan kita bahwa sejarah tidak dapat dipandang hanya sebagai masa lalu.
Konflik Israel-Palestina selalu diberitakan berat sebelah oleh media di Indonesia. Apakah hal tersebut salah untuk dilakukan?
Bagi Báez, buku tidak dihancurkan oleh orang-orang bodoh. Sejarah membuktikan bahwa orang terdidik pun ikut andil dalam penghancuran buku dari masa ke masa.
Meski menghadapi banyak halangan, visi KH Abdul Halim untuk memajukan pendidikan dan pembaruan Islam di Majalengka tetap membara.