Peradaban Jawa, Peradaban yang Terus Tumbuh
Melalui buku “Peradaban Jawa”, Supratikno Rahardjo mengajak pembaca untuk menyelami aspek-aspek peradaban Jawa kuno yang terus tumbuh, dan mungkin masih dapat dirasakan hingga kini.
Melalui buku “Peradaban Jawa”, Supratikno Rahardjo mengajak pembaca untuk menyelami aspek-aspek peradaban Jawa kuno yang terus tumbuh, dan mungkin masih dapat dirasakan hingga kini.
Repatriasi menjadi salah satu pembahasan penting mengenai sejarah Indonesia pada tahun 2023. Bisa dikatakan, 2023 menjadi “tahun repatriasi” terhadap benda-benda bersejarah Indonesia oleh Belanda, mantan penjajah kita.
Bagi Barthes, mitos tidak melulu soal dewa-dewi maupun klenik. Mitos dinikmat manusia dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari iklan sabun hingga gulat profesional
Dilihat dari segala tindakan yang harus dilakukan selama mementaskan wayang, seorang dalang adalah aktor tunggal bersosok kompleks.
Peringatan Hari Ibu tidak dapat lagi ditempatkan dalam urusan domestik, urusan rumah tangga. Sudah saatnya menempatkan kaum ibu kembali sebagai agen perubahan dan pemberdayaan sesama kaum ibu yang bernasib tidak beruntung.
Meski terdapat beberapa kekurangan, buku “Kepulauan Rempah-rempah” berhasil tampil sebagai sebuah buku rintisan yang mendorong kajian lebih lanjut terhadap wilayah Maluku Utara dalam historiografi Indonesia.
Pembangunan mental-spiritual kerap diabaikan calon pemimpin bangsa ketika menyampaikan orasi politik mereka. Sudah saatnya mereka lebih memperhatikan pembangunan yang lebih bersifat nonfisik ini.
Mahabharata, kisah yang disajikan kembali dengan mengesankan oleh Nyoman S. Pendit, mengajarkan kita bahwa kebajikan (dharma) akan selalu menang melawan kebatilan (adharma).
Pada era digital ini, tak salah jika seorang pejabat negara memiliki pasukan khusus di dunia maya untuk membantu pemenangan atau mempromosikan keberhasilan. Tapi, ketika pejabat negara membiarkan pendengungnya bertindak kelewat batas, sudah selayaknya kita mempertanyakan autentisitas kepemimpinannya.
Calon pemimpin masa depan Indonesia harus menertibkan keberadaan para pendengung politik (buzzer), untuk menjamin keberlangsungan integrasi bangsa di negara ini.