Melawan Penjajahan Zionis Israel atas Palestina dari Rumah
Ingin memboikot produk-produk zionis Israel dari rumah, tetapi tidak memiliki landasan untuk melakukannya? Tenang, buku “Boikot Produk Pro Israel!” dapat menjadi jawabannya.
Rubrik resensi buku maupun kumpulan kutipan yang disaijkan dengan pendekatan khas Historical Meaning. Dalami bagaimana buku dan kumpulan kutipan membentuk narasi mengenai suatu topik tertentu
Ingin memboikot produk-produk zionis Israel dari rumah, tetapi tidak memiliki landasan untuk melakukannya? Tenang, buku “Boikot Produk Pro Israel!” dapat menjadi jawabannya.
Penciptaan Kerajaan Sriwijaya tidak dapat dilepaskan dengan perdagangan Tiongkok dengan Po-ssŭ sejak awal abad masehi.
Buku “G30S dan Asia” menunjukan kepada kita bahwa peristiwa G30S tidak hanya milik Indonesia, tetapi memiliki pengaruh hingga ke negara-negara Asia.
Bagi Báez, buku tidak dihancurkan oleh orang-orang bodoh. Sejarah membuktikan bahwa orang terdidik pun ikut andil dalam penghancuran buku dari masa ke masa.
Bagi Winston Smith, memiliki pemikiran yang bebas di tengah kontrol Partai yang ketat atas masa lalu dan masa depan dapat membuatnya ditangkap Polisi Pikiran. Apakah ia dapat bertahan?
“The Footnote: a Curious History” menjadi jawaban mengapa jurusan sejarah, terutama di Indonesia, masih mempertahankan catatan kaki dalam ruang akademik, meski hampir semua jurnal telah beralih ke catatan perut.
Ide “masyarakat primitif” adalah ciptaan bangsa Barat. Melalui ilmu antropologi, mereka menciptakan kelompok-kelompok yang dipandang “primitif”, berlawanan dengan peradaban Eropa yang “modern”.
Sejak “Annales”, sejarah aktif menggunakan ilmu sosial dalam penelitian mereka. Mengapa ilmu sosial dewasa ini enggan melirik sejarah dalam penelitian mereka?
Melalui Ekonomi Terpimpin, Sukarno berharap dapat mengatasi masalah ekonomi yang sedang melanda Indonesia sejak 1950-an. Disayangkan, ia lebih sibuk mengisi perut masyarakat Indonesia dengan jargon politik alih-alih dengan nasi.
Kondisi media pada masa akhir Orde Baru (1990-an) mengalami perubahan besar dibandingkan periode sebelumnya, dan buku “Media, Culture and Politics in Indonesia” mengupasnya secara mendalam.