Ivan Illich dan Kritiknya atas Kurikulum Merdeka
Bagi Ivan Illich, Kurikulum Merdeka masih meninggalkan beberapa catatan yang perlu dibenahi. Salah satunya adalah pengkastaan pendidikan melalui sekolah penggerak dan guru penggerak
Rubrik yang memuat tulisan sejarah naratif, yang mengisahkan tokoh, peristiwa, maupun fenomena kesejarahan tertentu yang disajikan dengan resep rahasia khas Historical Meaning
Bagi Ivan Illich, Kurikulum Merdeka masih meninggalkan beberapa catatan yang perlu dibenahi. Salah satunya adalah pengkastaan pendidikan melalui sekolah penggerak dan guru penggerak
Dengan bersekutu ke MPLA, Uni Soviet menanamkan pengaruh dan kepentingannya di Angola, sebuah negara di Afrika bagian tengah. Mereka mendapatkan keuntungan ekonomi, sosial, dan militer dari hal ini
Diawali dari Badan Keamanan Rakyat yang membantu menjaga keamanan dan ketertiban umum, militer Indonesia terus berproses. Kini, ia telah menjadi Tentara Nasional Indonesia yang tampil profesional di masyarakat dan ketentaraan
Secara teknis, musik Palestina terlahir dalam dua jalur. Jalur pertama adalah musik tradisional, yang kemudian melahirkan musik bermuatan politik sebagai simbol perlawanan atas penjajahan Israel
Sebagai sebuah taman belajar, Ki Hadjar Dewantara ingin mengenalkan konsep keterbukaan dalam pendidikan anak. Konsep keterbukaan tersebut, memungkinkan mereka untuk menemukan minat dan bakat mereka dengan baik
Bagi umat muslim Indonesia, tradisi maulid arbain tidak hanya soal memperingati ulang tahun Nabi Muhammad selama 40 hari tanpa henti. Di baliknya, terdapat manfaat secara sosial, religius, dan ekonomi
Membandingkan model kepemilikan klub antara Bundesliga dan Premier League, kita dapat temukan perbedaan yang kontras. Ketika Bundesliga lebih intim dengan suporter dan tahan banting, Premier League lebih mudah untuk mendapatkan uang besar untuk mendanai klub
Payung tidak hanya sebuah produk sehari-hari pelindung dari hujan. Di balik kesederhanaanya, tersimpan kisah sejarah yang memikat
M.H. Thamrin adalah seorang pejuang pergerakan yang sejati. Berjuang dari dalam tubuh Volksraad, ia menggelorakan semangat pro-Indonesia dalam wadah tersebut
Tembok Berlin tidak hanya menggambarkan pemisahan antara Jerman Barat dan Jerman Timur. Di Balik itu, terdapat kehidupan masyarakat kedua Jerman menemukan kebebasan mereka