Kurikulum Cinta, Jawaban untuk Meningkatkan Nilai dan Karakter Peserta Didik?
Hilangnya nilai dan karakter peserta didik, memantik penggiat pendidikan untuk merumuskan Kurikulum Cinta. Dapatkah ia menjadi solusi untuk itu?
Hilangnya nilai dan karakter peserta didik, memantik penggiat pendidikan untuk merumuskan Kurikulum Cinta. Dapatkah ia menjadi solusi untuk itu?
Pendidikan Indonesia, jika diibaratkan, seperti sekumpulan noda hitam yang menutupi sinar hangat sebuah kertas putih. Masalah demi masalah masih terus menghantui. Sudahkan kita melakukan refleksi diri?
Bagi Ivan Illich, Kurikulum Merdeka masih meninggalkan beberapa catatan yang perlu dibenahi. Salah satunya adalah pengkastaan pendidikan melalui sekolah penggerak dan guru penggerak
Sebagai sebuah taman belajar, Ki Hadjar Dewantara ingin mengenalkan konsep keterbukaan dalam pendidikan anak. Konsep keterbukaan tersebut, memungkinkan mereka untuk menemukan minat dan bakat mereka dengan baik
Pendidikan Indonesia benar-benar sebuah ironi. Guru enggan menjadikan buku sebagai hal utama untuk mengisi waktu luang mereka, dan siswa mengikuti para guru, enggan melirik buku untuk menemani hari-hari mereka