Skip to content
4 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Historical Meaning

Historis dan Kritis

Tombol Kejutan
  • Narasi HM
  • Opini HM
  • Historical Mention
  • Ulasan HM
  • Arsip HM
  • Berita HM
  • Kirim Tulisan
Terbaru
  • Masjid Tiban

    Kisah Masjid Tiban: Ditinggalkan setelah Diserbu Jepang, Ditemukan Transmigran

    31 Januari 202630 Januari 2026
  • Musik Pra-Islam

    Musik Arab Pra-Islam: Asal-Usul, Transformasi, dan Keterhubungan Antarbudaya

    17 Januari 202629 Januari 2026
  • Personal Branding 1

    Membangun Kembali Personal Branding yang Runtuh

    10 Januari 20269 Januari 2026
  • Banjir Tambun 1933

    Riwayat Banjir Tambun 1933, Ketika Air Bah Melumpuhkan Perhubungan Darat di Koloni

    8 Januari 202615 Januari 2026
  • Suara Papua di Belanda

    Menilik Suara Bangsa Papua dalam Sebuah Jejak di Surat Kabar Belanda

    3 Januari 20262 Januari 2026
  • Dieng

    Menyelami Kisah Tersembunyi Dataran Tinggi Dieng

    27 Desember 202525 Desember 2025
  • Home
  • Soekarno

Tag: Soekarno

  • Narasi HM

Teungku Daud Beureueh, Aceh, dan Republik

Ibnu Aghniya12 Agustus 20241 Agustus 202407 mins

Penerapan syariat Islam di tanah Serambi Mekkah tak kunjung dilakukan Soekarno. Ini, pada akhirnya, membuat Daud Beureueh angkat senjata

Baca Lebih Lanjut
  • Narasi HM

Bung Karno dan Isu Keislaman

Ibnu Aghniya24 Juni 202419 Mei 202406 mins

Dalam historiografi populer, posisi Soekarno dengan Islam ditempatkan renggang dan terkadang bersinggungan. Padahal, kenyataannya, Soekarno, sebagai sosok nasionalis sekuler, begitu dekat dengan Islam

Baca Lebih Lanjut
  • Historical Mention

Apakah Menggantungkan Mimpi dan Cita-Cita Setinggi Langit Masih Relevan?

Naura Khairani29 April 202426 April 202402 mins

Pernyataan Soekarno, yang kini menjadi kutipan populer, bahwa manusia diharapkan untuk menggantungkan cita-cita dan mimpi setinggi langit, dianggap tak relevan lagi. Apa benar?

Baca Lebih Lanjut
  • Narasi HM

Usaha Pembunuhan Presiden Soekarno pada Iduladha 1962

Rose Mariadewi5 Mei 202327 Desember 202303 mins

Ketika Presiden Soekarno sedang khusyuk menjalankan ibadah salat Iduladha, tidak disangka olehnya, sekelompok orang telah menanti kesempatan tersebut. Berjarak 15 meter di belakang Soekarno, mereka menembakkan pistol, “Dor!”, hampir membunuhnya.

Baca Lebih Lanjut

Selami Lebih Dalam

Narasi HM
Kisah Masjid Tiban: Ditinggalkan setelah Diserbu Jepang, Ditemukan Transmigran
Narasi HM
Musik Arab Pra-Islam: Asal-Usul, Transformasi, dan Keterhubungan Antarbudaya
Narasi HM
Membangun Kembali Personal Branding yang Runtuh
Narasi HM
Riwayat Banjir Tambun 1933, Ketika Air Bah Melumpuhkan Perhubungan Darat di Koloni
Narasi HM
Menilik Suara Bangsa Papua dalam Sebuah Jejak di Surat Kabar Belanda
Narasi HM
Menyelami Kisah Tersembunyi Dataran Tinggi Dieng
Newsmatic - Disesuaikan untuk Historical Meaning - Powered By BlazeThemes.